Bea Cukai Viral, Tak Bisa Memberi Dipanggil Sebagai Saksi Diperiksa Langsung Ditangkap

Bea Cukai Viral, Tak Bisa Memberi Dipanggil Sebagai Saksi Diperiksa Langsung Ditangkap

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Sejumlah informasi kontroversi tindakan Bea cukai yang terus viral terkait surat penangkapan terus  menggelinding ditengah publik.

Sejumlah grup WA viral menjadikan diskusi santer informasi AR yang ditahan dititipkan ke LP karena sebelumnya tak mampu bayar sejumlah uang serta kemauan lain bea cukai yang membahayakan AR.

Seperti diketahui, AR hadir di Kantor Bea Cukai untuk memenuhi panggilan sebagai saksi pada 8 Oktober 2019. Namun pada hari itu berdasar surat perintah penangkapan nomor SP KOP 01/WBC.12/KKP. MP.06/PPNS/2019 yang dikeluarkan tanggal 08 Oktober 2019 Pria kelahiran 1988 ditangkap, siang harinya sudah ditahan dititikan di LP dengan dugaan melanggar Pasal 54 atau 56 UU tahun 2007 tentang Cukai.

“Kesannya tergesa kayak nangani teroris, faktanya dia (AR) tanggal 8 okt datang sendirian pagi sampek pinjam sepeda meletus bannya karena harus berada di Bea Cukai dipanggil sebagai saksi, lo kok ditangkap,” kata Hayatul Makin, salah satu Keluarga AR, saat ditemui sejumlah wartawan, Selasa (15/10/2019).

Makin juga menunjukkan beberapa surat lain yang diterima pada sore tanggal 8 Oktober, dan semuanya bertanggal 8 Oktober. Seperti surat SPD kepada kejaksaan, surat tersangka, penahanan dan penangkapan.

“Cepat dan lugas serta tergesa, seperti nangani pelaku kriminal level tinggi,”sindir makin.

Makin menilai, tindakan Bea Cukai kepada AR seperti emosional karena sesuatu hal yang tak tercapai sebelumnya lalu mencari-cari dengan mengaitkan AR dengan peristiwa lain dengan dugaan melanggar Pasal 54 atau 56 UU tahun 2007 tentang Cukai.

“Semangatnya seperti mentarget bagaimana bisa menahannya, dan berkesan tegas hari itu datang diperiksa Formalitas ditangkap dengan surat penangkapan,”kata Makin.

Makin menjelaskan, persoalan AR tidak jauh dari persoalan sebelumnya saat itu AR dititipi beberapa Rokok Tanpa cukai oleh seseorang yang baru dia kenal lalu beda jam kemudian ketakutan karena sepeda yang dikendarai dibuntuti orang berboncengan.

“ketika dia (AR) dicurigai bea cukai terkait pernah dititipi beberapa bungkus rokok diduga non cukai, Ar beberapa kali datang ke Kantor Bea Cukai walau hanya ditelpon sore atau malam, terkadang saya yang mengantarnya karena harus nemui Pak Rudi Intel bea cukai Banyuwangi,” katanya.

Makin tak membantah ditanya semua masalah ini berkepanjangan karena pihak keluarga AR tidak mampu diminta sesuatu yang menurutnya terlalu besar untuk ukuran kemampuan dan masalahnya serta keberatan harus menyanggupi hal yang membahayakan keamanan AR.

“Hukum kan Mahal bagi orang miskin, keluarga berupaya kemungkinan pra peradilan.

Lebih jauh Makin berpesan, janganlah menjadi kalap karena sesuatu hal tidak bisa dipenuhi orang miskin dan mamaksa yang membahayakan awam, lalu mengatas nama hukum mencari-cari mengaitkan satu dengan yang lain.

“Jangan hukum atas nama keadilan dijadikan meluapkan emosi, karena sesuatu hal tak terpenuhi lalu mencari-cari membesarkan sesuatu yang kecil, meniadakan sesuatu yang besar.

Dikonfirmasi Pihak KPP Bea cukai Banyuwangi beragumen meski saat itu 8 oktober 2019 AR hadir karena dipanggil sebagai Saksi namun pihaknya menangkap langsung karena sudah ada bukti.

“Ada alat bukti bukti sehingga kita tangkap dan ditahan,”elak kasubsi layanan informasi I Putu Muda Kumbara kepada sejumlah wartawan,(15/10/2019).

Sementara itu, Kepala seksi penindakan Januri mengakui meski AR dipanggil hadir namun dia masih dinilai kurang kooperatif.

Meski demikian, Januri tak bisa menjelaskan kurang kooperatip yang dimaksudkan.

Bukankah pemahaman awam hukum bahwa penangkapan biasa dilakukan kepada pihak pelaku pidana yang dipanggil 2 kali atau lebih oleh penyidik namun tanpa alasan dipertanggung jawabkan sengaja tidak hadir atau orang yang tertangkap tangan atau kepada yang masuk buronan sesuai surat Daptar pencarian orang/DPO).

“Dia memang datang kesini tapi dua alat bukti sudah ada, presedurnya kita lakukan penangkapan sesuai surat penangkapan nomor SP KOP 01/WBC.12/KKP. MP.06/PPNS/2019 tanggal 08 Oktober 2019,”katanya.(her).

Komentar

comments

Tagged with