Baru lulus SMA, Tertangkap Hajar Janda Kembang Coba Perkosa di Kamar Mandi

Novi di RS Fatimah Mata Masih lebamFaktanews.co.id.(Banyuwangi)- Kesemsem janda kembang berinisial (dv) yang masih tetangga nya sendiri pemuda nekat membuntuti janda kembang, tak sampai di situ, bahkan tahu janda kembang dv mau masuk kekamar mandi sang pemuda sudah masuk terlebih dahulu.

Tak pelak janda kembang kaget bukan kepalang ketika menutup pintu, dari dalam ternyata sang pemuda sudah kesetanan berupaya mendekap tubuhnya.

Dalam merencanakan dan menjalankan aksinya sang pemuda berpenampilan layaknya ninja dengan menggunakan sarung menutup wajahnya hingga hanya kelihatan mata.

Nafsu tampaknya sudah naik keubun, Ancaman muncul dari pemuda yang masih baru lulus dari bangku SMK di Banyuwangi itu. Bila berteriak akan menghajar, benar saja ketika janda kembang dv berteriak dan berupaya melawan, sang pemuda menghajar hingga babak belur.

Janda Dv terus melawan dan teriak minta tolong, Di tengah pergulatan devi pura- pura pingsan sambil menunggu pertolongan warga,

Tetangga yang mendengar langsung mencari asal suara rintihan dan kegaduhan, akhirnya sang pelaku berhasil di tangkap, namun tak disangka ketika topeng wajah di buka sang pelaku merupakan tetangga yang tinggal tiga rumah sebelah rumah korban di perumahan Tiara Brawijaya Kelurahan bakungan Banyuwangi.

Ketika wartawan faktanews.co.id. Melihat kepastian korban di rumah sakit fatimah (22/6) block Raudhah no 5 Luka lebam diwajah janda kembang masih kelihatan bekas benda tumpul, bahkan akibat bengkak di wajah hingga menutup mata janda kembang dan luka lebam di tangan.

Akibat luka, Korban di bawa kerumah sakit Fatimah banyuwangi, sementara pelaku hanya dibawa kerumah Rofik RT setempat. “kami sebenarnya tidak terima,” kata  korban dv.

Lurah Glagah yang mengaku masih keluarga korban juga ikut menjelaskan, kejadian itu terjadi pada minggu (21/6) sekitar pukul 07 pagi ketika dia (dv) akan menuju kamar mandi tiba dia ditarik paksa masuk kamar mandi. “ persoalan tersebut diselesaikan dengan cara kekeluargaan, Kedua belah pihak sudah bertanda tangan untuk damai, pengobatan korban di tanggung pelaku, dan pelaku tidak boleh tingggal di lingkungan RT. tersebut (di usir),” katanya.

Menurutnya kemarin luka di kepala dv di periksa secara medis dan tidak ada luka yang berat di batok kepala. “cuma luka luar kepala, ini tidak bahaya.

Sementara korban penganiayaan Dv mengatakan, terus mengeluh rasa sakit. “saya tidak siap di wawancarai karena kepala saya masih pusing, saya tidak bisa bergerak bebas terasa sakit dan semua badan,” katanya

Hingga saat ini belum ada informasi apakah korban akan melaporkak kepad yang berwajib.(wan/kin)

Komentar

comments