Bantah Dorong Eksekusi Mati Mary Jane, Filipina Menghormati Hukum Di Indonesia

Mary JaneFaktanews.co.id.- Filipina membantah pernyataan Presiden Joko Widodo, terkait mendorong untuk mengeksekusi mati Mary Jane Veloso sempat tertunda sebelumnya, namun Kantor kepresidenan memgaku dalam pembicaraan presiden Filipina Duterte hanya berkata terkait menghormati aturan hukum yang diberlakukan di Indonesia.

“Tidak ada (dorongan). Tidak ada bentuk dukungan (untuk eksekusi mati). Dia hanya berkata, ‘Ikuti aturan hukum (negara) Anda’,” kata juru bicara kepresidenan Filipina, Ernesto Abella, mengutip perkataan Duterte kepada Jokowi saat berkunjung ke Jakarta, dilansir GMA News Online, Senin (12/9/2016).

Hal sama disampaikan, Menteri Luar Negeri Filipina, Perfecto Yasay yang mendampingi Duterte dalam kunjungan pekan lalu di Jakarta, menurutnya Duterte hanya memberitahu Jokowi, pihaknya akan menerima apapun putusan akhir dari pengadilan Indonesia soal kasus Mary Jane.

“(Duterte) Tidak memberikan apa yang disebut sebagai ‘lampu hijau’ untuk eksekusi mati Mary Jane Veloso,” terang Yasay.

Sementara itu, Presiden Jokowi menyebut Duterte mempersilakan Indonesia mengeksekusi mati Mary Jane.

“Sudah saya sampaikan mengenai Mary Jane dan saya bercerita bahwa Mary Jane membawa 2,6 kg heroin, dan saya bercerita mengenai penundaan eksekusi yang kemarin,” kata Jokowi usai salat Idul Adha di Masjid Agung At-Tsauroh, Serang, Senin (12/9) pagi.

Dan saat itu Presiden Duterte saat itu menyampaikan. “silakan kalau mau dieksekusi,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Eksekusi mati  warga miskin nan lugu, Mary Jane Veloso yang mestinya dieksekusi bersama delapan terpidana kasus narkoba di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, 29 April 2015 lalu ditunda saat menit-menit akhir sebelum pelaksanaan karena permintaan presiden Filipina saat itu, Benigno Aquino, menyusul perkembangan hukum dimana seseorang bernama Maria Kristina Sergio menyerahkan diri dengan memberi kesaksian, bahwa Mary Jane hanya korban perdagangan manusia yang dipekerjakan atau dijebak untuk membawa Narkoba yang sebenarnya tidak diketahuinya. (lic/hay)

Komentar

comments

Tagged with