Bakesbangpol Adakan Sarasehan Wartawan

Bakesbangpol Adakan Sarasehan Wartawan

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)-

Seperti tahun – tahun sebelumnya di pertengahan Bulan Ramadhan, Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi menggelar acara Sarasehan bersama wartawan Media Cetak, Elektronik dan Online hadir penuhi undangan.

Acara cukup lancar dengan suasana kebersamaan, kekompakan dan persaudaraan dari berbagai media tersebut kali ini digelar di Aula Hotel Ihtiar Surya Banyuwangi, dimulai pukul 08.00.wib.Senin pagi (20/5/2019).

Kali ini sara serasehan menghadirkan dua nara sumber Kasi Intel kejaksaan Negeri Banyuwangi, Bagus Adi Saputro SH. dan Hayatul Makin selaku Pembina Forum Wartawan Majalah Koran Online Tabloid (MAHKOTA) Banyuwangi.

Puluhan wartawan yang memadati kursi undangan kali ini juga seperti tak mau beranjak dari kursi undangan hingga acara berakhir sekitar pukul 11.30 wib.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Wiyono SH. mengatakan, undang – undang kewartawanan (UU PERS No 40 tahun 1999), disana ada empat fungsi Pers yang harus dimiliki oleh Wartawan, diantaranya adalah fungsi Informatif, Rekreatif (menghihur) dan fungsi Edukatip (mendidik).

Namun demikian, dalam tugas kewartawanan disadari atau tidak, banyak pihak yang tidak suka/alergi dengan Wartawan karena kekhawatiran sendiri terhadap kontrol yang dilakukan wartawan.

“Saya dulu pernah saat menjabat baru dalam hitungan hari, oleh staf saya di beritahu pintu terobosan keluar bila tidak mau ditemui wartawan atau teman Lsm dst.

“Saat itu saya heran, kenapa harus takut memusuhi wartawan, bagi saya kalau  ada mereka (wartawan) lebih mudah saya melakukan kontrol terhadap kinerja dikantor saya, kalau saya di kritik saya tidak merasa harus marah mereka semua saya anggap teman yang mau mengingatkan bila ada salah,”kata Wiyono berapi disambut tepuk tangan wartawan.

Lebih jauh Wiyono sempat berpantun.

Jangan bimbang dan janganlah ragu.
Walaupun banyak pihak yang merasa terbelenggu.
Suara Wartawan ibarat lantunan sebuah lagu.
Walaupun merdu orang yang sakit merasa terganggu.

“Artinya jika ada orang yang tidak senang dan benci kepada wartawan maka anggap saja orang itu sedang sakit. hanya bagi orang yang waras tidak akan merasa terganggu oleh wartawan,”kata Wiyono disambut tepuk tangan wartawan. (*).

Komentar

comments

Tagged with