Bagi-Bagi Fei Dana Swakelola Pendidikan Pakai Format 4-5-1.

Kasek Sebelum di Periksa Penyidik Timsus Kejari Banyuwangi

Kasek Sebelum di Periksa Penyidik Timsus Kejari Banyuwangi

Faktanews.co.id. (Banyuwangi)- Giliran 10 kepala sekolah SDN mendapat dana APBN-P alokasi rehabilitasi sekolah dimintai keterangan oleh tim anti korupsi kejaksaan negeri Banyuwangi (Kejari)17/9. seakan bersepakat saat mendatangi Kejari Banyuwangi di periksa mereka seragam mereka menggunakan batik berwarna biru.

Ini melanjutkan pemeriksaan 10 Kasek yang telah diperiksa sehari sebelumnya

Mereka di periksa di ruang Pidsus Kejari sebagai tindak lanjut pengembangan kasus tangkap tangan pengumpulan (9/9) dan fei dengan tiga orang tersangka yang langsung dimasukkan tahanan kepala sekolah SDN 9 Kalibaru Wetan Ririn Puji Lestari.Spd.Mpd, Kepala UPTD Kalibaru Ahmad Munir dan Ahmad Farid yang akrab di panggil Mamak yang mengaku bagian keamanan.

Fei tersebut merupakan konpensasi bantuan dana rehabilitas sekolah penerima dana swakelola yang bersumber dari APBN-P 2014.

10 kepala sekolah (kasek) harus memberi keterangan di depan penyidik Kejari Banyuwangi terkait pembayaran fei mereka juga mengaku ada yang belum bayar

Dari 10 kasek yang di periksa (17/9) ada 4 kasek yang mengaku belum bayar fei Siswanto Kasek SDN 2 Laban Asem Kabat, Sutikno Kasek SDN 2 Banjar, Mansur Kasek SDN 2 Rejo Sari, Sutrisno Kepala SDN 4 Karang Sari,

Sedangkan yang sudah bayar, Hj. Isnawati Kasek SDN 2 Tampo Cluring (tempat tangan tangan tangan 3 TSK pengumpulan Fei(9/9), Endahwati Kasek SDN 2 Kepatihan, Sukari Kasek SDN 3 Glagah Agung, Rusdiono Kasek SDN 1 Kumendung, Kurdono Kasek SDN 4 Kaligung Rogojampi. dan Heri Siswanto Kasek SDN 5 Sumber Beras.

Pengakuan menarik juga terlontar dari kasek Siswanto Kasek SDN 2 Laban Asem Kabat, dia sslah satu Kasek yag tidak mau bayar fei tersebut. “Tapi bantuan dan swakelola tetap didapat sekolah 129 juta.” Katanya.

Kasi.Pidsus Kejari Banyuwangi Paulus Agung Widaryanto.SH mengatakan, pemeriksa kasek – kasek fokus mendalami tentang fei proyek. Didapat keterangan bahwa berkaitan pembayaran jumlah dan waktu pembayaran fei sudah di bicarakan sejak pengajuan  proposal.

“banyak yang menolak tetapi di intimidasi oleh oknum dispendik. semua pengajuan disetujui dan kepala sekolah di suruh buat rekening, karena dananya masuk melalui rekening masing-masing kepala sekolah tanggal 3 september 2014,” katanya.

Menurut Agung didapat keterangan dalam penyidikan, pembahasan fei di Sosialisasi hinggga 4 kali pertemuan, awalnya di mintai fei 15%, proyek tetapi mereka tidak mau, kasek SDN 9 kalIbaru wetan, ririn (kini sebagai tersangka) di tunjuk selaku kordinator melakukan negoisasi hingga turun menjadi 9%-10%.

Dan fei tersebut dirincikan penggunaannya masing-masing, 4% untuk konsultan, 5% untuk dinas pendidikan kabupaten banyuwangi, dan 1% untuk UPTD. “Namun yang menyanggupi fei 10% hanya 5 kasek,” tambahnya. (yayak/makin)

Komentar

comments

Tagged with