Aston Hotel Hadir Di Banyuwangi Menyambut Perkembangan Wisata dan Fakta Kunjungan Yang Meningkat

Aston Hotel Hadir Di Banyuwangi Menyambut Perkembangan Wisata dan Fakta Kunjungan Yang Meningkat

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)-Perkembangan wisata dan bisnis di Banyuwangi serta dukungan transformasi menjadikan faktor utama hadirnya Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center.

“kita sempat bertemu dengan Bupati Banyuwangi Pak Anas (Abdullah Azwar Anas) Banyuwangi dengan Branding perkembangan wisata dan ekonomi membutuhkan 1000 kamar, namun tidak ada yang ready dan kami memutuskan andil dalam memberikan kelengkapan dalam kekurangan pelayanan hotel,” kata Owner Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center, Sucahyo,(9/5/2018).

Sementara itu, dalam Press Confrencenya yang dipandu Regional Marketing & Communications, Dina Yudhari itu, GM Aston Banyuwangi Hotel, Yosi Arivianto mengungkapkan potensi perkembangan Banyuwangi kedepan apalagi dukungan keberadaan Bandara Blimbingsari yang hanya memakan waktu 25 menit menuju Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center.

Menurutnya, Banyuwangi terkenal dengan pemandangan alam Indonesia, seperti Pantai Pulau Merah, udara sebening kristal di Green Bay maupun pesona keindahan Kawah ljen serta lokasi wisata lainnya yang menarik wisatawan domestik dan internasional.

Hal lain menjadi pertimbangan positif seperti inovasi pelayanan sehingga pemerintah Banyuwangi sering menjadi tempat jujugan study layanan dari pemerintah daerah lain.

Oleh karenanya pihaknya memfasilitasi dengan 123 kamar dengan tiga tipe yaitu Superior Deluxe, dan Suite. Hotel ini memiliki desain klasik dan modern, dengan fasilitas dan perlengkapan kelas atas. termasuk tiga ruang pertemuan dan satu buah ballroom yang dapat mengakomodasi hingga 1000 orang.

”Aston Banyuwangi Hotel & conference center menyiapkan ruang meeting yang memadai mengakomodir tamu dari pusat atau daerah maupun wisata,” Imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Regional GM Central Indonesia, Yohanes menjelaskan, komitmen kehadiran Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center juga mengusung kearifan sosial serta budaya lokal.

Hal ini di implementasikan fakta para karyawan yang mayoritas warga Banyuwangi yang sebagian sebenarnya pernah kerja di hotel seperti di Bali dan daerah lain.

Begitu pula dalam hal bentuk budaya lokal, pihaknya selain mendesain arsitek sesuai branding Aston namun tetap menempatkan Budaya Banyuwangi seperti kelengkapan lukisan didalam kamar tamu hotel yang bernuansa Banyuwangi.

”kami perusahaan perhotelan terkemuka di Indonesia, tetap menempatkan budaya lokal, itu kita lakukan karena kita sering minta petunjuk dan diskusi dengan Pak Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi (M.Bramuda),” katanya.(kin).

Komentar

comments

Tagged with