ARB Keliling 300 Wilayah Indonesia. Maju Capres Karena Panggilan Pengabdian

ARB :”Kalau saya jadi capres dikritik, difitnah, diblack campaign. Kalau nggak jadi capres, saya bisa di rumah saja hidup enak nimang cucu,”

ARBFaktanews.co.id- Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie, mengatakan, dengan apa yang dimilikinya sekarang, seharusnya lebih mudah jika dia menikmati hidup bersama keluarga. Aburizal yang akrab dipanggil ARB itu menjelaskan dirinya maju sebagai calon presiden (Capres) karena panggilan pengabdian. Menurutnya,

“Kalau saya jadi capres dikritik, difitnah, diblack campaign. Kalau nggak jadi capres, saya bisa di rumah saja hidup enak nimang cucu,” ujar ARB. kata ARB di hadapan ribuan relawan Sahabat ARB Cirebon, di Apita Convention Hall, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu 22 Maret 2014.

Namun, ARB memilih tetap maju sebagai capres sebab ingin mengabdikan pengalaman hidupnya selama ini. Dia mengatakan selama ini Allah memberinya banyak pengalaman hidup.

“Saya pernah memimpin berbagai organisasi, HIPMI, PII, ketua umum Kadin, Kamar Dagang ASEAN. Menko Perekonomian, Menko Kesra. Jadi pengalaman hidup saya ini akan saya abdikan,” ucapnya.

ARB menilai, hanya sedikit orang punya pengalaman seperti itu. Oleh karenanya, kata ARB, memilih pemimpin harus yang berpengalaman. “Jangan pilih pemimpin yang baru coba-coba. Jangan memilih cuma karena popularitas,” imbau Capres Partai Golkar ini.

ARB memutuskan mau dicalonkan sebagai capres Partai Golkar setelah shalat istikharah. Karena itu, dia rela berkorban demi tugas yang diembannya itu. Bahkan, dia rela meninggalkan keluarga dan berkeliling ke 300 daerah di Indonesia.

“Mana ada capres yang sudah pernah keliling ke 300 wilayah Indonesia,” paparnya.

Karena capres ini bukan ambisi pribadi, ARB pun legowo bila nanti takdir menentukan kalah di Pilpres. Yang penting, saat ini dia berusaha dan bekerja keras siang dan malam.

“Manusia berusaha, Allah lah yang menentukan,” kata ARB. Dia menambahkan, siapapun yang akan terpilih jadi presiden adalah yang terbaik bagi bangsa Indonesia. (vv/Fn)

Komentar

comments