Anwar Nasution: Fundamental Ekonomi Kita Lemah

Anwar Nasution: Fundamental Ekonomi Kita Lemah

Faktanews.co.id.- “Fundamental ekonomi Indonesia itu lemah sekali, omong kosong itu kalau pemerintah bilang ekonomi Indonesia kuat,” jelas Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Prof Anwar Nasution dalam sebuah diskusi di Gado-Gado Boplo Menteng, Jakarta, Sabtu (8/9).

Menurut Anwar, terkait anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar bukan karena faktor global atas menguatnya mata uang Amerika Serikat.

Anwar menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan anjloknya nilai tukar rupiah.

Pertama, rasio pajak Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) rendah sekali, hanya 10 persen. ini berbeda dengan negara berkembang lain yang mencapai 20 persen.

Selain itu anjloknya nilai tukar rupiah juga disebabkan karena pemerintah terlalu banyak mengimpor produk ketimbang ekspor.

“Jadi apa yang merdekanya negara kita? Ngutang mulu, sehingga sangat rawan terhadap gejolak seperti yang sekarang ini. Semua impor, kedelai saja impor. Itu yang jadi persoalan, maka sangat rawan,”ungkapnya.

Hal itu, masih pula anjlok nilai tukar rupiah akibat lembaga keuangan di Indonesia juga masih sangat lemah.

Misalnya bisa dilihat dari eksistensi bank-bank milik BUMN yang cenderung kalah oleh eksistensi bank-bank luar seperti Maybank dan lain-lain.

“Empat bank negara semuanya itu ‘kampungan’, enggak bisa lawan Maybank,” kata dia.

Anwar juga menjelaskan, selama ini tabungan pos juga sudah tidak jalan sehingga tidak ada lagi bank-bank yang mengembangkan potensi rakyat. Masalah lain yang juga berpengaruh yaitu setiap tahunnya jamaah umrah dan haji dari Indonesia selalu terbanyak namun tidak dimanfaatkan untuk mengokohkan ekonomi Indonesia di Makkah dan Madinah.

“Jamaah haji umrah kita terbanyak, tapi apakah di sana ada restoran Padang misalnya? Enggak ada. Ya paling warung-warung kecil. Ini yang salah, ini yang tidak dimanfaatkan dengan betul,”pungkasnya.(re/ya).

Komentar

comments