Anmaning Berjalan Hingga Lima Kali, Eksekusi Belum Terlaksana

Anmaning Berjalan Hingga Lima Kali, Eksekusi Belum Terlaksana

Faktanews.co.id.(Banyuwanyi)- “Setahu saya dalam sidang Anmaning seharusnya dilaksanakan hanya dua kali, jika salah satu pihak tidak datang, maka putusan harus segera dilaksanakan, tetapi kali ini aneh, amaning sampai kurang lebih lima kali baru muncul putusan,”Agung Prastianto, SH, MH. yang mengklaim Penasehat Hukum dari ahli waris Sumarah.

Sumarah adalah warga Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore yang mengajukan ekesekusi kepada Pengadilan Agama Banyuwangi menunggu eksekusi terkait pengajuannya namun Anmaning hingga lima kali ekseskusi terkendala sehingga dinilai terlalu lambat

“Kita sudah ikut aturan yang disepakati bersama saat sidang di Pengadilan Agama (PA) ternyata oleh pihak saudara Galih diingkari,” kata kuasa hukum Sumarah, Rabu (24/4/2019).

Pernyataan tersebut disampaikan disaat pra eksekusi yang dihadiri oleh Panitera Pengadilan Agama Banyuwangi, yang juga dihadiri oleh Kepala Desa (Kades) Sumbergondo, dan Kapolsek Glenmore yang bertempat di Kantor Desa Sumbergondo.

Dampak dari kelambatan pihak Pengadilan Agama kabupaten Banyuwangi, klien kami sangat dirugikan. Oleh karenanya kita akan melayangkan gugatan ke kantor Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

Kita juga berencana melaporkan saudara Galih kepolda Jawa Timur, atas kasus pidananya, karena ada kejanggalan dalam proses balik nama sertifikat. Seperti yang diketahui, dalam waktu 10 hari saja lima sertifikat sudah berbalik nama atas nama Galih,” imbuh Agung

Sayangnya saat hendak dikonfirmasi Galih, enggan berkomentar, bahkan sang istri mengatakan gak usah wawancara ini malah jadi pembunuhan karakter sambil menghindar dari kejaran awak media, Rabu (24/4/2019).

Sementara Subandi, salah satu Panitera Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi mengatakan, ini semua prosedural, namun kita beri kesempatan kedua belah pihak sampai besok hari Kamis, (25/4/2019) paling lambat jam 09,00 Wib, untuk menyerahkan sertifikat di kantor PA.

Ini sudah kesepakatan dan apabila keduanya mengingkari maka kita pastikan akan menjadi pidana,”ucapnya.

Saat disinggung apakah dalam kasus ini ada rekayasa dan ada Makelar Kasus (Markus) ditubuh PA Banyuwangi, Subandi, kembali menegaskan bahwa itu tidak benar.

“Kami akan telusuri, jika nanti ada yang main – main dalam kasus ini maka kita akan beri sangsi,” pungkas Subandi. (kur/kin).

Komentar

comments

Tagged with