Anggita Akui Patrialis Akbar Pernah Beri Uang dan Mobil

Anggita Akui Patrialis Akbar Pernah Beri Uang dan Mobil

Faktanews.co.id.- Meski belum jelas status hubungan dengan Patrialis Akbar, namun Anggita Eka Putri mengaku pernah diberi pakaian, uang 500 dolar AS dan mobil Jenis Nissan March.

Bahkan Anggita juga mengakui sempat dijanjikan dibelikan apartemen dan rumah oleh mantan Hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar.

Anggita yang masih berusia 28 tahun adalah wanita yang ikut digiring ketika Tim KPK menangkap bekas politikus Partai Amanat Nasional itu, Rabo malam 25 Januari lalu.

“Sempat ditawarkan saja,” kata Anggita dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/7).

Namun setelahnya penawaran pemberian rumah dan apartemen tidak lagi dibicarakan dengan Patrialis.

“Karena akunya nggak mau untuk tinggal di apartemen di Jakarta. Setelah itu tidak ada pembahasan lagi tentang apartemen tersebut,” jelas Anggita.

Anggita mengaku sekitar tahun lalu 25 Januari 2016 juga pernah diajak Patrialis untuk melihat rumah di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Hanya untuk lihat-lihat saja. Harganya waktu itu sekitar 1-2 M (miliar),” beber Anggita.

Saat ini Patrialis sudah menjadi terdakwa terima suap berupa uang total 70.000 Dolar Amerika Serikat, Rp 4.043.195 dan janji Rp 2 miliar dari Basuki Hariman dan Ng Fenny.

Basuki Hariman adalah Direktur CV Sumber Laut Perkasa sementara Ng Fenny adalah General Manager PT Imprexindo Pratama.

Keduanya memberi suap kepada Patrialis agar uji materi atau judicial review atau uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. hebatnya Hariman justru yang punya 20 perusahaan bukan termasuk dari pengaju uji materi tersebut.

Para pengaju menguji ketentuan Pasal 36C ayat 1 dan ayat 3, Pasal 36D ayat 1, dan Pasal 36E ayat 1.

Pasal itu dianggap menghidupkan kembali sistem zona yang telah dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 yang telah diputuskan oleh MK Nomor 137/PUU-VII/2009.

Dalam kasus ini Selain Patrialis selaku penerima dan Hariman sebagai pemberi, KPK juga menjerat dua tersangka lain adalah Kamaludin dan Ng Fenny. Kamal diduga merupakan “tangan kanan” Patrialis. Sedangkan Fenny merupakan karyawan Hariman. (te/fan/hay)

Komentar

comments

Tagged with