Andi Malaraeng : Mengaku Tak Bersalah Tapi Siap Bertanggung Jawab

Jika tidak ada tanda tangan kedua menteri ini, dana proyek tidak boleh dicairkan.

imagesFaktanews.co.id.Jakarta- Meski Wafid Muharram selaku Sekretaris Menpora (Sesmenpora) dinilai Andi Alfian Mallarangeng adalah seorang yang baik dan pekerja keras yang selalu mencari solusi serta berdedikasi tinggi. Sehingga, mendapatkan kepercayaan tinggi dari dirinya terkait pengelolaan hal-hal yang bersifat teknis administrasi di kementerian.

Terdakwa kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Andi Alfian Mallarangeng selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi mengungkapkan peran Wafid terkait rangkaian dugaan korupsi proyek Hambalang.

Pertama, terkait pembentukan tim asistensi persiapan proyek Hambalang, Andi menyebut bahwa tim tersebut telah terbentuk sebelum dirinya menjadi Menpora dan dibentuk oleh Wafid Muharram.

Kemudian, tepat beberapa saat setelah dilantik menjadi menteri, Wafid berserta timnya (tim asistensi) memang menjelaskan kepadanya tentang proyek Hambalang yang nilainya mencapai Rp 2,5 triliun.

Dalam eksepsi Selanjutnya, Andi mengungkapkan terkait penetapan pemenang tender proyek Hambalang, bukanlah kewenangannya untuk menetapkan pemenang tender.

“Sewaktu Wafid melaporkan kepada saya, di kamar kerja saya pada akhir Nopember 2010, bahwa proses tender Proyek Hambalang telah selesai dan semuanya telah berjalan sesuai prosedur yang ada. Maka, seingat saya tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang khusus,” ujar Andi dalam sidang tipikor senen (17/3)

Selain itu, lanjut Andi, ketika itu Wafid tidak menyodorkan dokumen apapun untuk ditandatangani.   Demikian juga, terkait permohonan kontrak anggara multy years (tahun jamak) proyek Hambalang, Andi menyebut bahwa yang menandatangani permohonan tersebut ke Kementerian Keuangan adalah Wafid Muharram.

Padahal, jelas dalam pasal 5 ayat 1 Permenkeu (Peraturan Menteri Keuangan) No.56/PMK 02/2010 dikatakan bahwa permohonan dana anggaran tahun jamak harus ditandatangani dua menteri, yaitu menteri pemohon (Menpora) dan menteri pemberi rekomendasi teknis (Menteri PU).

Jika tidak ada tanda tangan kedua menteri ini, dana proyek tidak boleh dicairkan.

“Di luar masalah hukum, dari hati yang terdalam saya ingin meminta maaf kepada semua pihak. Khususnya kepada rakyat Indonesia karena bagaimanapun juga waktu itu saya adalah pimpinan tertinggi dari kementerian yang bertanggungjawab terhadap proyek tersebut,” ungkap Andi.

Sementara itu, terkait adanya permintaan fee (komisi) sebesar 18 persen yang dalam surat dakwaan berasal dari Choel Mallarangeng, Andi menegaskan tidak mengetahui permintaan adik kandungnya tersebut.

Bahkan, Andi menyebut tak pernah dilaporkan oleh Wafid mengenai permintaan fee tersebut.

“Kalau adik saya (Choel) memang meminta sesuatu, maka seharusnya Wafid melaporkan pada saya sebagai atasan atau bahkan langsung menolak. Tetapi, mengapa Wafid tidak pernah melapor kepada saya. Apakah ada salah pengertian diantara kami berdua? Apakah masih banyak hal yang belum sepenuhnya saya pahami? Mudah-mudahan, jawabannya bisa terungkap dalam persidangan ini,” ujar Andi.

Seperti diketahui, KPK memang belum menetapkan Wafid Muharram sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang (Sp/fn)

Komentar

comments