Aktivis Sepakat Anti PKI, Budi Pego Dinilai Korban Kriminalisasi

Aktivis Sepakat Anti PKI, Budi Pego Dinilai Korban Kriminalisasi

Faktanews.co.id.- (Banyuwangi)- Ketua tim sebelas Tumpang Pitu, Yunus Wahyudi mengatakan, dirinya dan masyarakat sekitar pesanggaran anti terhadap penambangan gunung tumpang pitu namun mereka merupakan warga negara yang cinta NKRI.

“saya sebagi aktivis tidak terima kalau rakyat Banyuwangi dijadikan rekayasa ditangkap atas perintah BSI (Perusahaan yang melakukan penambangan emas gunung tumpang pitu),” kata yunus dalam jumpa pers (7/9).

Pernyataan ini disampaikan Yunus berkaitan dengan penahanan salah satu warga Desa Sumber Agung kecamatan pesanggaran, Banyuwangi, Heri Budiawan alias Budi Pego.

Saat ini Budi Pego menjadi tersangka dan ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri Banyuwangi sejak Senin (4/9) gara-gara spanduk Palu Arit yang muncul dalam demo kontra penambangan emas Gunung Tumpang Pitu 4 April lalu.

Budi Pego selaku Korlap demo saat itu, saat ini merupakan salah satu dari empat tersangka kasus logo Palu Arit disaat Kasatreskrim Banyuwangi di jabat AKP Dewa Putu Yogantara kini dijabat AKP Sodik Efendi.

Budi Pego kini menjalani hari-hari di LP Banyuwangi sebagai tahanan Kejaksaan sementara Tiga tersangka lain Andrean,Trimanto dan Ratna juga terkait logo Palu Arit semuanya merupakan warga Pesanggaran kontra penambangan emas gunung tumpang Pitu masih belum dilimpahkan dari kepolisian.

“apa hubungan Budi Pego dengan lambang Palu Arit atau Lambang PKI yang ada dalam demo, sampai detik hari ini tidak jelas pembuatnya siapa, karena didalam demo tidak ada kriteria bahwa demo PKI, tidak ada korelasinya,” kata Yunus dalam konferensi pers bertempat di Café yang berada di area rumah mantan Bupati Banyuwangi. Samsul Hadi,(Alm).

Menurut Yunus, dirinya sepakat ada elemen menyuarakan anti PKI, tapi menurutnya, Budi Pego bukanlah orang PKI atau keturunan orang PKI. oleh karenanya Jaksa Hakim dan Kepolisian diharapkan untuk mengkaji ulang dugaan kaitan munculnya Logo Palu Arit harus dipertanggung jawabkan kepada Budi Pego yang memimpin demo anti tambang.

“Budi Pego orang biasa, PKI yang dimunculkan yang terindikasi dan kita selidiki adalah bikinan dari BSI (perusahaan yang melakukan penambangan). untuk menghentikan orang yang anti tambang, jangan sampai BSI ini bersikap seperti IMN sudah menangkap 625 orang, Kapolres, Bupatinya (saat itu) ikut didalamnya (menuruti IMN),” jelasnya disamping aktivis rakyat miskin, Helmi Rosyadi.

Lebih jauh Yunus yang dikenal cukup vokal ini, justru mengkritik janji-janji BSI yang tidak pernah terealisasi terhadap warga di sekitar tambang. Padahal menurutnya, tiap hari emas yang di hasilkan BSI 15 kg hingga 25 kg perhari.

“Mana kompensasinya, jalan masih rusak, warga masih kekurangan air bersih, terus Golden Share yang 10% itu kemana dan untuk siapa, siapa yang menikmati apakah orang-orang itu….(Red),” ungkapnya.(kin).

Komentar

comments