Aktivis Penambangan Terbunuh Sadis. Kompolnas Turun Tangan

Salim Kancil Terbunuh

Salim Kancil Saat Ditemukan Terbunuh

Faktanews.co.id. – Guna mengetahui tindak lanjut perkembangan kasus pembunuhan sadis aktivis penolak tambang pasir ilegal, Calim Kancil, di Desa Selok Awar-awar. Kamis (1/10/2015), Dua komisioner Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional), Muhammad Nasir dan Hamidah Abul Rahman mendatangi Polres Lumajang,

Kompolnas juga akan mengecek data penyelidikan dan penyidikan kasus pembunuhan sadis Salim Kancil, termasuk pemeriksaan terkait adanya surat pengaduan aktivis dan surat permohonan pengamanan.

“Kami akan cek and ricek dulu dan akan ada disini selama dua hari,” sambungnya.

Kedua Komisioner Kompolnas itu diterima langsung Kapolres Lumajang AKBP Fadly Munzir di ruang kerja.

“Kami datang kesini untuk meminta kerjasama Kapolres Lumajang sekaligus menyampaikan duka cita pada keluarga korban,” kata Hamidah kepada awak media di Mapolres Lumajang.

Seperti diketahui, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menuding aparat penegak hukum lalai dalam menangani konflik penambangan pasir di Pantai Watu Pecak, Selok Awar-Awar, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Salim Kancil dan Tosan sempat berkirim surat ke Kapolres Lumajang AKBP Fadly Munzir Ismail untuk meminta perlindungan setelah nyawanya terancam dan situasi di desanya mencekam. Namun polisi seperti enggan menanggapi serius sehingga kasu pembunuhan sadis itu terjadi.

Kelalaian tersebut mengakibatkan,  aktivis penolak penambangan pasir, Salim Kancil,tewas dibantai sadis pada Sabtu (26/9/2015) lalu. (lic/ed/ham).

Komentar

comments

Tagged with