Aksi Cabut Ijin PT BSI dan DSI Ditemui Kadis ESDM, Medsos Viral Pro Kontra

Faktanews.co.id.-(Surabaya)– Menggunakan sepeda ontel menempuh jaram 310 KM, tiga hari tiba di Surabaya Selasa malam, Rombongan Warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggran Kabupaten Banyuwangi, Kepala Dinas ESDM, Setiajit, di Ruang Rapat Binaloka Adhikara, (18/2/2020).

Dalam kesempatan yang sama dikomplek Kantor Gubernuran Pemprov Jatim Jalan Pahlawan Surabaya, warga yang menyuarakan hak aspirasi nya meminta Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa mencabut ijin Penambangan eksplorasi emas digunung sekitar Pesanggaran itu, juga diterima up Kepala Satpol PP Pemprov Jatim, Budi Santosa.

Warga yang juga diantaranya terdiri emak-emak sempat bertahan namun pihak gubernuran memberi info Gubernur Khofifah sedang dinas ke Malang, Jatim.

Pantauan koresponden faktanews.co.id. warga Pancer didalam diskusi dikomplek Kantor Gubernuran Pemprov Jatim Jalan Pahlawan Surabaya berkisar hampir 50 orang, diantara mereka terlihat pula diantaranya anak-anak.

Nampak sejumlah personel kepolisian setempat dan anggota Satpol PP Pemprov Jatim ikut berjaga-jaga mengawal ketertiban selama warga menyampaikan aspirasinya untuk mencabut ijin PT.BSI dan PT. DSI dalam penambangan emas gunung diarea pesisir kawasan Rawan Bencana sekitar Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi.

“Kita akan sampaikan kepada Bu Gubernur,” kata di Ruang Rapat Binaloka Adhikara seraya mendinginkan suara keinginan warga Pancer,(18/2/2020).

Seperti diketahui, upaya penelitian Gunung Salakan yang berdiri tak jauh dari Gunung Tumpang Pitu (saat ini ada penambangan) informasinya akan dilanjutkan penambangan metode open pit mining atau penambangan underground mining hingga kedalaman tertentu di bawah tanah.

Akibatnya, hampir dua bulan warga Pancer melakukan berbagai aksi penolakan terkiat penelitian penelitian dari Universitas Trisakti dan tim geologi PT BSI, yang berencana mengeksplorasi serta penelitian tambang emas di sekitar area Gunung Salakan, Banyuwangi tersebut.

Mereka khawatir situasi yang menimpa masyarakat dusun tetangga masih satu desa dengan mereka Desa Sumber Agung yang saat ini menerima dampsk ijin PT.BSI (hingga kini) melakukan penambangan emas digunung Tumpang pitu.

Aksi penolakan dilakukan warga dengan berbagai cara. mulai turun kejalan, geruduk polsek setempat menyusul penangkapan aparat Polresta Banyuwangi kepada salah satu warga tolak penambangan karena tudingan penganiayaan yang diredam dengan hadirnya Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifudin, SH, SIK, MH malam hari akhir Januari lalu serta upaya dari kepala desa setempat Vivin Agustin, untuk ikut menjamin pelapor mencabut laporan.

Aksi warga juga dengan mendirikan tenda hingga berlanjut mengayuh sepeda ke Surabaya menempuh jarak 310 km untuk menemui Gubernur Jawa Timur agar mencabut ijin penambangan di gunung kawasan rawan bencana di wilayah pesisir Pesanggaran, Banyuwangi.

Dari berbagai aksi warga sekitar dalam penolakan juga mendapat berbagai reaksi pro maupun kontra yang hampir memenuhi medsos (viral).

“Kok demo model piye ae lek wes wewenang negoro raiso di bantah hasil laut hasil bumi iku yo milik negara…. aku wong banyuwangi bukane gk demen . cumak ngelengne ojo gampang terpengaruh oknum2 gak jelas,”kata Yr.

“kalau bupati berani menutup…. andai BSI menuntut krn Bsi tdk menyalahi aturan dlm kontrak,,, kira’… BANGKRUT GA BANYUWANGI LURRRR,,, coba kalkulasi lurrrr….,”tanya Bh.

“Semangat luar biasa, hanya bisa bantu do’a, semoga tercapai aspirasinya lur, Amien,” kata pengguna medsos CM.

Hal senada juga membanjiri medsos menyemangati aksi warga.

“jeritan rakyat terabaikan…!semangat … Kawan…,”kata Hd.

Akan menjadi lebih menarik, kalau KPK mempelajari alur keluarnya IUP, kata yang lain.

Semoga dapat jawaban memuaskan, Taiwan laros ikut mendo’akan lur,”ungkap yw.

Sementara warga lain juga turut memberi pandangan terhadap penambangan.(*ham/kin).

Komentar

comments