Advokat Banyuwangi Tolak RUU Advokat.

Ketua dan Anggota Peradi Banyuwangi Orasi Tolak RUU Advokat

Ketua dan Anggota Peradi Banyuwangi Orasi Tolak RUU Advokat

Tolak RUU Advokat

Tolak RUU Advokat

                                                        RUU Advokat sarat Kepentingan Personal di DPR.RI
Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Sebagai wadah tunggal advokat, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Banyuwangi membawa Hampir seluruh Advokat ( pengacara) Banyuwangi ikut serta dalam unjuk rasa (22/9) tolak RUU Advokat.

Unjuk rasa di awali long march dari kantor Peradi Banyuwangi jalan dr. Soetomo berputar di jalan yang mengelilingi taman Blambangan, Melewati depan rumah dinas Kapolres Banyuwangi menuju kebarat melewati pasar Blambangan.

Sesampai diperempatan Masjid Baitur Rahman pengunjuk rasa yang lengkap bertoga advokat dengah suara yel-yel berjalan kearah selatan menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi dan diterima oleh seluruh fraksi.

Dalam orasinya, Peradi Banyuwangi menolak Rancangan Undang-undang (RUU) advokat yang saat ini sedang di bahas Komisi III, DPR RI.

Ketua Peradi Banyuwangi, Misnadi, kepada Hayatul Makin dari faktanews. Mengatakan, beberapa pasal dalam RUU advokat kontroversial, salah satunya di pusat akan di bentuk Dewan advokat nasional diangkat oleh presiden.

”mana ada di seluruh dunia seperti itu advokat di gaji oleh pemerintah, advokat adalah lembaga independen,” katanya berapi-api.

Yang aneh pula menurut Misnadi, RUU Advokat di sebutkan dengan bermodal minimal 35 orang boleh mendirikan organisasi advokat sekaligus menggelar rekrutmen dan pendidikan advokat.

“itu kan kayak ormas, kita ini lembaga Profesi ada kompetensi sesorang jadi advokat karena kita bagian dari penegakan hukum serta membela nasib masyarakt saat berhadapan dengan hukum,” katanya.

Padahal seperti yang sudah ada selama ini UU advokat. Harus dalam wadah tunggal Peradi. Mulai rekrutmen, presedur, kompetensi syarat lain akan terkontrol guna melahirkan advokat profesioanl yang bertanggung jawab terhadap sumpah profesi.

”kalau banyak organisasi sejenis akan banyak kutu loncat. Advokat yang dipecat karena melangggar bisa ikut organisasi sejenis lainnya untuk sehingga bisa beracara dipengadilan dan lembaga hukum lain,” jelasnya.

Yang aneh menurut pengurus Peradi Banyuwangi lainnya Eko sutrisno SH. Selama ini Advokat sudah mempunyai UU advokat no.18.tahun 2003, ironisnya malah DPR membuat Rancangan UU advokat,” tadi aspirasi kita langsung difaks kejakarta,” katanya senen (22/9)

Informasi yang mesti dikaji lebih dalam mengatakan, bahwa RUU.Advokat muncul akibat personal di DPRD atau keluarganya tak lulus ikut ujian Advokat yang ditumpangi pula oleh persoalan adanya advokat yang dipecat / di skors satu tahun oleh PERADI akibat melanggar kode etik Profesi.(makin/yayak)

Komentar

comments

Tagged with