Ada Dualisme, Kepengurusan Muaythai Banyuwangi Gagal Dilantik

Ada Dualisme, Kepengurusan Muaythai Banyuwangi Gagal Dilantik

Faktanews.co.id.(Surabaya)- Keputusan KONI Banyuwangi berbeda dengan keputusan Pengprov Muaythai Jatim terkait penunjukan kepengurusan.

Padahal tugas kepengurusan Muaythai saat ini masuk dalam agenda Liganas dan Proprov, tak ketinggalan Kabupaten Banyuwangi mendapat kepercayaan membina olahraga Muaythai Indonesia.

Pembentukan awal Pengprov Muaythai Indonesia Jatim melalui SK Nomor : 023/MI-JT/SK/IV/2018 ditetapkan di Surabaya pada 8 April 2018 tentang pengukuhan personalia pengurus Kabupaten Muaythai Indonesia, Banyuwangi, dalam hal ini tercatat nama Febri Saputra sebagai Ketua Muaythai Banyuwangi.

Pelantikan Pengkab/Kota dan Pengprov Jatim semestinya berlangsung pada haru Jum’at 20 April 2018 di Lantai Dua KONI Jatim.

Namun dalam acara itu, hanya 12 Kabupaten/Kota yang dilantik masing-masing, Kab Ngawi, Pasuruan, Jember, Sidoarjo, Kota madya dan kabupaten Malang, Kab Probolinggo, Kotamadya Surabaya, Kab Pamekasan, Kabupaten Pasuruaan dan Tulungagung.

Febri Saputra didampingi Very Kurniawan (Komisi Humas) sempat melakukan rapat dengan Ketua Harian Pengprov Muaythai Jatim, Dr. Wardy.

Ternyata tidak hanya Kabupaten Banyuwangi yang gagal dilantik, ada beberapa Kabupaten juga mengalami hal yang sama.

“Kegagalan pelantikan (Banyuwangi) tidak usah di tafsir yang tidak-tidak, kalaupun nanti ada yang muncul untuk melaju ke Liganas dan Porprov biarlah menjadi Kewenangan Pengprov Muaythai Jatim yang mengatasinya,” katanya, (21/04).

Febri mengungkap sedikit kekecewaan karena utusan KONI Banyuwangi yang datang bisa duduk bersama dengan Pengprov, ternyata pulang dan akhirnya tidak menemui titik terang penyelesaian. (ver/kin).

Komentar

comments

Tagged with