Ada Dalang dan Kepentingan Dibalik Mogok Kerja UJI KIR Banyuwangi

Belum ada sanksi kepada mereka yang terlibat aksi mogok kerja. Kantor Ka.UPT. jadi gudang Arsip

images 1Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- “ Yang mengatakan saya mendalangi mogok kerja di uji kir paling Fasri Adi,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan Banyuwangi Nur Agus Suharto SH. Kepada Hayatul Makin dari faktanews.co.id.(8/5)

Tangggapan Nur Agus berkaitan tudingan keterlibatan dirinya dibalik mogok kerja yang dilakukan sejumlah petugas uji kir Banyuwangi Jum’at (02/05) lalu.

Dijelaskan, dalam pemerintah di daerah pegawai seperti uji kir yang berhak mengatur dan menunjuk adalah pemerintah daerah.” Petugas di sini yang berhak mengatur ya bupati, karena ini Dishub bagian dari dishub, berarti kita Dinas Perhubungan berwenang,” katanya

Lebih jauh dijelaskan sistem kerja di balai uji kir kendaraan Banyuwangi. Kepala UPT UJI selaku koordinator dari karyawan lainnya, namun misalnya tidak ada koordinator juga tidak menjadi persoalan besar dalam pelayanan masyarakat.

Seperti diketahui Jum’at (02/05), sejak pagi Pelayanan pengujian Kendaraan Bermotor (UJI KIR) Kabupaten Banyuwangi terhenti, berkas pengajuan uji kir kendaraan masyarakat hanya tertumpuk dimeja depan loket.

Tampaknya Ka.Upt UJi KIR Banyuwangi, Fasri Adi, SAP jadi sasaran kepentingan dan rasa tidak suka. boikot kerja oleh bawahan sendiri merupakan spekulasi rencana pelengseran dirinya.

Saat itu sejumlah karyawan berbarengan tidak masuk kerja seperti, Basuki (Asisten Penguji), Mike, Pujo, Prapto, Yunus, Suryo utomo, Yopan, Kholil, Joko Ujang, Ali.

Menjadi rahasia umum, dari nama – nama tersebut 2 oknum paling menonjol keterlibatan dilapangan. “Petugas-petugas dilarang masuk oleh Basuki dan Mike, mereka bersekongkol bermaksud mau menyingkirkan saya, dan yang ingin menggantikan saya ya Basuki itu,” kata Fasri Adi saat itu kepada sejumlah wartawan.

Belakangan diketahui ada pihak dari dinas perhubungan dibalik kejadian tersebut.

Informasi yang berkembang ruang kantor yang biasa digunakan Ka.UPT UJI KIR berubah fungsi menjadi gudang arsip.

Dan sejak 5 mei 2014 Kepala UPT UJI KIR Banyuwangi, Fasri Adi, SAP. sudah diturunkan dari jabatannya namun belum ada surat surat resmi terkait hal tersebut.

Sementara belum ada sanksi kepada mereka yang mogok kerja maupun pihak lain yang terlibat dalam aksi tersebut.

Sayang belum ada komentar resmi dari Kadis perhubungan Drs. Suprayogi. MM. (Makin/Fn)

Komentar

comments