Ada Borjuis Dibaliknya, Bangunan Lantai 6 Dibarat Stadion Masuk Zonasi Warna Kuning

Ada Borjuis Dibaliknya, Bangunan Lantai 6 Dibarat Stadion Masuk Zonasi Warna Kuning

Faktanews.co.id-(Banyuwangi)- Informasi rekomendasi dan gambar pihak terkait PU Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Banyuwangi, menyusul bangunan lantai 6 yang berada di barat Stadion Diponegoro Banyuwangi terus bergulir.

Pertanyaan dibalik rekomendasi dan gambar pihak terkait PU BMCKTR Banyuwangi menyusul bangunan lantai 6 di barat Stadion Diponegoro Banyuwangi yang diduga mengabaikan dan melanggar Perda Tentang RDTR Kota Banyuwangi adalah Golongan Borjuis.

Golongan Borjuis berhasil mempengaruhi kebijakan walau dilapangan terjadi ketidaksesuaian keperuntukan bangunan.

Sumber Faktanews.co.id. mengatakan, mengacu Perda 6 tahun 2016 tentang RDTR kota Banyuwangi bahwa wilayah tempat bangunan berlantai 6 di barat stadion Diponegoro yang diduga tidak sesuai dengan ijin keperuntukan tersebut masuk di lampiran zonasi warna kuning.

“Jika melihat Perda 6 tahun 2016 tentang RDTR kota Banyuwangi, wilayah bangunan tersebut berada di zona warna kuning mas,”kata Kabid Tata Ruang pada dinas PU BMCKTR Kabupaten Banyuwangi, Bayu ST.

Lebih jauh menurut Bayu, Warna kuning itu adalah wilayah permukiman, bukan wilayah perindustrian ataupun perdagangan.

“Dinas PU mengeluarkan gambar atas dasar ijin dari Dinas Lingkungan Hidup,”jelasnya.

Seperti diketahui, rekomendasi dan gambar pihak terkait PU Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Banyuwangi, menyusul bangunan lantai 6 yang berada di barat Stadion Diponegoro Banyuwangi jadi pertanyaan.

Bangunan yang kini masih dalam proses pengerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan peruntukan bangunan dalam pengajuan perijinan atau IMB nya yang telah disyaratkan dalam Perda Banyuwangi.

Saat ini proses pembangunan fhisik dilapangan sedang berjalan, sementara warga lingkungan tidak tahu menahu selain itu diinformasi saat ini pemilik berupaya mengajukan perubahan gambar.

Kabid Tata Ruang pada dinas PU Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Banyuwangi, Bayu ST mengatakan, pihaknya telah cek lokasi sekitar tanggal 10 Januari 2018 lalu.

“Setelah pemeriksaan itu, gambar kita keluarkan untuk rumah kos lantai 6. namun pemohon mengajukan lagi bulan Juli ini untuk perubahan gambar untuk rumah singgah dan ini belum kita keluarkan,”katanya,(27/7/2018).

Namun Bayu tidak menjelaskan secara rinci alasan pemohon mengajukan perubahan gambar.

“SPPL itu berjalan sebelum dikeluarkannya rekom gambar, dan rekom gambar yang mengeluarkan adalah Kadis PU, Ir Mujiono,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Lingkungan setempat No menjelaskan pada Faktanews.co.id, dirinya tidak pernah tahu secara persis fungsi keberadaan pembangunan karena tidak dilibatkan dalam hal apapun terkait pembangunan lantai 6 ditengah pemukiman warga tersebut.

Lebih jauh dia mengatakan, dirinya selaku Ketua Lingkungan diwilayah Rt 01, Rw 03, Penganjuran tempat keberadaan pembangunan lantai 6 tersebut, tidak pernah diminta persetujuan.

“saya kan juga warga disekitar situ juga, Jarak bangunan dan rumah saya juga tidak jauh, menurut saya bangunan kosan lantai 6 seperti tidak layak berdiri disitu, karena itu kan jalan kampung,”imbuhnya. (ver/kin).

Komentar

comments

Tagged with