Wisata Efektif Gerakkan Ekonomi, 800 KM Jalan Dibangun & Diperbaiki

Faktanews.co.id. (Banyuwangi)- Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Banyuwangi terus memacu pengembangan sektor pariwisata karena dinilai dapat menjadi pengungkit di berbagai sektor. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pariwisata dikembangkan karena efektif dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

”Bulan ini promosi dan bikin event, bulan depan sudah ada wisatawan yang berkunjung. Otomatis, setiap berkunjung pasti mengeluarkan uang di Banyuwangi. Mulai penginapan, makan, transportasi, oleh-oleh, dan sebagainya,” kata Bupati Anas.(21/03/2016)

Wisata Selam Di Bangsring

Wisata Selam Di Bangsring

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan per kapita Kabupaten Banyuwangi melonjak 62 persen dari Rp 20,8 juta pada tahun 2010 menjadi Rp 33,6 juta pada tahun 2014, dan pada 2015 diprediksi bisa menembus angka Rp 38 juta. Peningkatan itu membuat pendapatan per kapita Banyuwangi sudah berhasil melampaui sejumlah kabupaten/kota di Jatim yang sebelumnya selalu mengungguli Banyuwangi.

”Sektor pariwisata juga menjadi pengungkit sektor lain seperti infrastruktur. Tahun ini (2016) kami targetkan 800 kilometer jalan akan dibangun dan diperbaiki. Beberapa destinasi wisata harus memiliki akses jalan yang baik. Terkecuali untuk beberapa destinasi wisata yang memang dikonsep adventure. Akses jalan menuju beberapa destinasi wisata juga akan kami bangun dan perbaiki, salah satunya akses menuju Pantai Bangsring,” ujar Anas.

Geliat bisnis dan pariwisata tercermin dari lonjakan penumpang di Bandara Blimbingsari Banyuwangi yang mencapai 1.308 persen. Padahal, ditahun 2011 jumlah penumpang hanya 7.826, sedangkan ditahun 2015 sudah mencapai 110.234 penumpang.

Tahun ini, Pemkab Banyuwangi menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 50.000 orang. Target ini naik dibanding tahun 2015 yang hanya sekitar 40.000 orang.

Adapun wisatawan domestik ditargetkan bisa menembus angka 2 juta orang, naik dari posisi tahun lalu sebesar 1,7 juta. Jumlah kunjungan wisatawan ini diverifikasi dari data hotel dan pengelola destinasi wisata yang ada di kabupaten ujung timur pulau jawa tersebut.

Sektor-sektor yang berkaitan dengan pariwisata di Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga tumbuh pesat. Berdasarkan data BPS, nilai akomodasi dan makan-minum yang berkaitan dengan hotel dan bisnis kuliner meningkat sekitar 80 persen dari Rp 666 miliar di tahun 2010 menjadi Rp 1,19 triliun ditahun 2014. Total PDRB melonjak dari Rp 32,46 triliun menjadi Rp 53,37 triliun.

”Indikator ekonomi menunjukkan tren membaik. Ratio atau indikator kesenjangan di Banyuwangi sudah turun menjadi 0,29 dan semakin mendekati angka nol. Tentu hal ini semakin baik, sudah lebih baik dari rata-rata nasional maupun provinsi. Tapi tentu masih ada problem yang harus terus diperbaiki. Kami berharap sektor pariwisata melalui Banyuwangi Festival menjadi pengungkit bagi perbaikan di berbagai sektor,”  ungkap Bupati Anas.

Contoh lain, lanjut Anas, adalah pengembangan SDM yang dijalankan mengiringi geliat pariwisata. Misalnya, Tahun 2015, Banyuwangi menggelar kursus bahasa asing gratis bagi warga di seluruh desa.

Sukses berjalan tahun lalu, kursus itu bakal kembali digelar tahun ini. Demikian pula pendidikan formal, di mana tahun ini mulai dibuka jurusan pariwisata dan batik SMKN 2 Tegalsari. SMK baru ini hadir melengkapi SMK yang telah ada, seperti SMKN 1 yang punya jurusan akomodasi perhotelan.

”Anak-anak SMKN 1 Banyuwangi itu yang kini banyak membantu pengelolaan hotel-hotel di Banyuwangi. Ini bagian dari pengembangan SDM seiring dengan peningkatan sektor wisata,” pungkas Anas. (van/kin)

Komentar

comments