Pungli Sertifikat Prona 12 Juta, Kades Tamansuruh Ditahan Kejari Banyuwangi

Kades Tamansuruh Ferdinan Menuju Mobil Tahanan (2/3)

Kades Tamansuruh Ferdinan Menuju Mobil Tahanan (2/3)

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Hari ini Rabo sekitar pukul 11.45 siang Kades Taman suruh Ferdinan akhirnya di tahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi Rabo (2/3), Ferdinan menjadi tersangka utama pelanggaran UU tipikor.terkait kasus dugaan pungli dalam Program Nasional Agraria (Prona) desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

Ferdinan langsung dibawa mobil tahanan Kejari Banyuwangi menuju Lapas Banyuwangi sebagai tahanan titipan Kejari Banyuwangi.

Ferdinan sebelumnya sudah menyandang status tersangka sejak tanggal 10-11-2015 lalu.

Penahanan Ferdinan merupakan akumulasi Kinerja Tim penanggulangan Korupsi Kejari Banyuwangi yang melakukan proses hukum.

Untuk menempatkan Kades Taman Suruh menjadi tersangka dan berlanjut penahanan, selain mengumpulkan bukti yang cukup, Kejari Banyuwangi juga telah memeriksa 14 orang saksi untuk diminta keterangan diantaranya Ketua panitia Eko Purnomo, Bendahara Jam’i dan Sekertaris Asnanto serta saksi lainnya.

Seperti Alibi sejumlah kepala desa yang lain terklibat kasus yang sama, sejumlah pihak yang terlibat menyatakan, sebenarnya masyarakat Desa Taman Suruh tidak ada masalah karena waktu pungutan dana tersebut disertakan tanda bukti pembayaran berupa kwitansi yang jelas dengan tertera perbidang maksimal Rp 600.000,-.

Sebelumnya, menurut Kepala Seksi Inteljen (Kasiintel) Kejari Banyuwangi Ristopo S. SH.  Kepala desa Tamansuruh Ferdinan juga telah mengakui menerima dana hasil dari pungli tersebut.

“Tersangka Fd melanggar pasal dalam UU tipikor, menerima pungli karena jabatannya,” katanya kepada Hayatul Makin dari Faktanews.co.id.

Rincinya menurut Restopo,  Kades menerima dana Rp. 12 juta hasil dari pungutan sertifikat prona tersebut. “kita terapkan pasal 2 dan 3 serta pasal 12e undang – undang tipikor,” jelasnya Didampingi Kepala seksi pidana Khusus (Kasipidsus) Adi Palebangan SH.

Informasi yang dikumpulkan Tim Faktanews.co.id Banyuwangi, Program Nasional Agraria (Prona) di Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi dilaksanakan Tahun 2013 lalu sejak awal ditunggangi niat memanfaatkan program pemerintah tersebut.

Kades Tamansuruh juga tidak melakukan sendiri, ada orang lain dan tim yang kecipratan.

“pak kades kan tidak sendirian melakukan,” kata Warga setempat Ahmad.

Program pemerintah untuk sertifikasi tanah secara gratis namun Warga masih harus mengeluarkan biaya hingga mencapai ratusan ribu sampai jutaan rupiah Total pungli program tersebut yang dibebankan kepada masyarakat berkisar 120 juta. (Makin).

Komentar

comments

Tagged with