17 Kepala Daerah Di Jatim Dilantik Gubernur, Rekor MURI Dipecahkan

Gubernur Soekarwo Bersama Bupati dan Wabup Trenggalek (17/2).

Gubernur Soekarwo Bersama Bupati dan Wabup Trenggalek (17/2).

Faktanews.co.id.(Surabaya) – 17 Februari 2016 menjadi catatan sejarah perpolitikan Jawa Timur menyusul hari ini Gubernur Jawa Timur Soekarwo melantik kepala daerah terpilih di Gedung Grahadi Surabaya. 17 kepala daerah terpilih Dari 19 daerah di Jawa Timur yang ikut menggelar Pilkada serentak 2015 lalu.

Sisanya dua daerah, yaitu Kabupaten Pacitan dan Tuban (Indartato-Yudi Sumbogo), Kepala daerah Tuban pasangan Fathul Huda-Noor Nahar Hussein, karena periodesasi kepala daerah berakhir pada 20 Juni 2016, akan dilantik 21 Februari 2016.

Di agendakan Acara pelantikan digelar dua gelombang, pagi hari pukul 09.00 dan siang. sembilan kepala daerah dilantik. Delapan kepala daerah lainnya, pada gelombang dua, pukul 12.30 WIB sampai 15.00 WIB,

Proses pelantikan para bupati dan wakil bupati hasil Pilkada 2015 itu diawali pembacaan sumpah jabatan masing-masing pasangan yang dipimpin Gubernur Soekarwo, kemudian dilanjutkan penyematan pin sebagai bupati dan wakil bupati, serta pemberian salinan surat keputusan.

Pada kesempatan tersebut, Pakde Karwo sapaan akrab Soekarwo, mengingatkan kepala daerah baru selalu taat pada aturan dan hukum dalam menjalankan kepemimpinannya.

Dari 17 Kepala daerah dilantik pada 17 Februari itu antara lain walikota ‘fenomenal’ Surabaya (Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana), Kabupaten Ngawi (Budi Setiyono-Ony Anwar), Kota Blitar (Samanhudi Anwar-Santoso), Kabupaten Blitar (Rijanto-Marhaenis UW), Kabupaten Lamongan (Fadeli-Kartika Hidayat), Kabupaten Kediri (Haryanti-Masykuri), Kabupaten Trenggalek (Emil Dardak-Arifin).

Kemudian Kabupaten Mojokerto (Mustofa Kemal Pasa-Pungkasiadi), Kota Pasuruan (Setiyono-Raharto Teno), Bupati yang cukup populer mendorong wisata kabupaten Banyuwangi (Abdulah Azwar Anas-Yusuf Widiatmoko), dan Kabupaten Sidoarjo (Syaiful Illah-Nur Ahmad Syaifuddin).

Enam daerah yang sempat terjadi sengketa Pilkada,  juga dilantik Gubernur Jawa Timur pada 17 Febuari. A Busyro Karim-A Fauzi (Kabupaten Sumenep), Sambari Halim-M Khosim (Kabupaten Gresik), Ipong Muchlisson-Soedjarno (Kabupaten Ponorogo), Faida-Abd Muqit Arief (Kabupaten Jember), Dadang Wigiarto-Yoyok Mulyadi (Kabupaten Situbondo) dan Rendra Krisna-Sanusi (Kabupaten Malang).

Pada proses pelantikan 17 kepala daerah yang dihadiri perwakilan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Kapolda Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya, serta pimpinan Forpinda Jawa Timur, pada satu gelombang akan dilakukan pengambilan sumpah dari masing-masing kepala daerah terpilih.

Sesuai Rencana gelombang pertama pelantikan  dimulai tepat pukul 09.00 WIB, Masing-masing yang diantik Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek Emil Dardak-Nur Arifin. Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Saifullah Illah dan Muhammad Nur Syaifudin.

Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi Abdullah Anwar Anas dan Yusuf Widiatmoko, Bupati dan Wakil Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dan Yoyok Mulyadi.

Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Mustafa Kamal Pasha dan Pungkasiadi, Bupati dan Wakil Bupati Sumenep Busyro Karim dan Achmad Fauzi.

Bupati dan Wakil Bupati Gresik Sambari Halim dan Qoshim, Bupati dan Wakil Bupati Lamongan Fadli dan Kartika Hidayati, serta Bupati dan Wakil Bupati Jember Faida M. dan Mukhid Muqit.

“Jangan lupa pula merangkul legislatif karena juga menjadi bagian dari pihak yang paling penting untuk proses pembangunan. Tidak baik ribut dengan DPRD,” pesan Soekarwo pada prosesi pelantikan gelombang pertama.

Prosesi Pelantikan gelombang kedua diikuti delapan pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih, Bupati dan Wakil Bupati Ngawi Budi Sulistiono dan Ony Anwar, Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo Ipong Muchlisin dan Soedjarno,

Bupati dan Wakil Bupati Kediri Harianti dan Maskuri, Bupati dan Wakil Bupati Blitar Rijianto-Marhaenis Urip Widodo, Bupati dan Wakil Bupati Malang Rendra Kresna-Sanusi,

Wali Kota dan wakilnya Blitar Moch Samanhudi Anwar dan Santoso, Wali Kota dan Wali Kota Surabaya Surabaya Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan Setiyono dan Raharjo Teno Prasetyo.

Sementara itu acara pelantikan 17 kepala daerah tersebut diwarnai pemecahan Rekor MURI Wabup termuda atas nama Muhammmad Nur Arifin yang dilantik selaku Wakil Bupati Trenggalek saat usianya 25 tahun 10 bulan 10 hari.

Pebisnis muda anak mantan tukang becak ini mendapatkan rekor MURI bernomor 7316/R.MURI/II/2016.

“Ini pemecahan rekor. Ini rekor yang tumbang, karena pertama yang mendapatkan rekor waktunya sudah lama,” jelas senior Manager Rekor MURI, Yusuf Ngadri, kepada wartawan usai penyerahan Rekor MURI di gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Rabu (17/2/2016).

Rekor MURI Wabup termuda sebelumnya terjadi Tahun 2008 lalu atas nama Ojang Suhandi, Wakil Bupati Subang Ojang saai itu berusia 30 Tahun 5 bulan. (Yaf/makin).

Komentar

comments

Tagged with