50 Ribu Akte Kelahiran, 50 Juta Hasil Penegakan Perda

Drs Sujani SH

Drs Sujani SH

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Sepanjang tahun 2014, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (dispendukcapil) Kab Banyuwangi telah menerbitkan hampir 50 ribu akte kelahiran.

Dari jumlah itu, sepanjang bulan Desember 2014 lalu Dispendukcapil telah menyetor dana 50 juta. Dana tersebut merupakan hasil denda keterlambatan pencatatan akte kelahiran.

Ini Konsekwensi dari pemberlakuan perda No.2 tahun 2014 tentang administrasi kependudukan.

Kadis Dispendukcapil Drs.Sujani SH mengatakan, untuk pengurusan akte lahir terhitung 60 hari dari hari kelahiran tanpa di pungut biaya alias gratis. untuk meng upload data 2 hari setelah kelahiran dan cacatan pesyaratan lengkap setelah jadi akte lahir dari dinas kependudukan di kirim lewat pos semua biaya di tanggung APBD Banyuwangi.

“lebih dari batas 60 hari kena biaya administrasi Rp 50.000 berdasarkan perda no 2 tahun 2014 tentang adminitrasi kependudukan, denda adminitrasi berlaku mulai desember,” katanya.

Sujani menambahkan, optimalisasi dari pelayanan program lahir procot pulang bawa akte lahir, selain di topang melalui pelayanan online, proses pengurusan akte kelahiran juga telah bekerjasama dengan 45 Puskesmas, 2 rumah sakit pemerintah serta 13 rumah sakit swasta

Perlu di ketahui, Persyaratan yang di butuhkan untuk membuat akte lahir adalah, Foto copy surat nikah suami istri yang sudah di legalisir, fotocopy ktp, kartu keluarga dan nama bayi.

Persyaratan yang sudah terpenuhi di upload di puskesmas atau rumah sakit dan di serahkan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Untuk anak yang berumur 3 tahun dan lanjut usia bisa di layani lewat online kecamatan.

Dalam catatan dispendukcapil selama tahun 2014, jumlah akte yang di terbitkan dinas kependudukan Banyuwangi sebanyak 45.954 lembar, terbagi melalui online sebanyak 10.663 lembar.(yayak/makin)

Komentar

comments