Belum Tuntas, Tanggap Darurat Penanganan Banjir Banyuwangi Diperpanjang Sepekan

Belum Tuntas, Tanggap Darurat Penanganan Banjir Banyuwangi Diperpanjang Sepekan

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)-Karena masih banyak tanah sisa lumpur yang berada diluar maupun dalam rumah warga akibat dampak banjir bandang di Banyuwangi minggu lalu.

Tanggap darurat pasca banjir bandang berakhir pada hari Jumat kemarin diperpanjang satu minggu kedepan.

Anggota TNI dan relawan dikerahkan kembali kelokasi terdampak banjir untuk membersihkan rumah warga yang sebagian masih terendam tanah, Sabtu (30/06/2018).

Pasi Intel Kodim 0825 Banyuwangi Lettu Kav. Matori mengatakan, dengan bantuan berbagai elemen masyarakat, jangka waktu tanggap darurat penanganan dampak banjir mesti sudah dijadwalkan berakhir pada hari jumat 29 Juni 2018.

Namun waktu tersebut nampaknya belum cukup untuk menuntaskan sisa lumpur dan pasir yang menggenangi ratusan pemukiman warga.

“Diperpanjang satu minggu, kita kerahkan anggota TNI dan juga relawan untuk membersihkan rumah warga yang sebagian masih terendam tanah, kita segera bersihkan semua,”pungkasnya bersemangat.

Seperti diketahui, Banjir bandang menyusul gerakan tanah (sleding) di lereng Gunung Raung sisi Banyuwangi, tepatnya dari kawasan Gunung Pendil serta curah hujan tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah terdampak.

Banjir Bandang kiriman dari kaki gunung raung yang berada di Kecamatan Songgon berdampak kepada area warga dekat sungai di empat Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Kecamatan masing-masing di Kecamatan Songgon, Singojuruh, Rogojampi, dan Blimbingsari.

Intensitas hujan yang lebat siang sampai malam pada hari Kamis, (21/06/2018) tersebut menjadi pemicu debit air sungai Badeng, Kumaran, dan Kumbo besar dan bercampur lumpur, potongan kayu, dan sampah meluber ke jalan raya.

Dampak terparah dari adanya banjir tersebut dialami oleh warga Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh.

Diperkirakan sebanyak 328 rumah warga harus merasakan dampak dari adanya banjir bandang tersebut.

Kru Faktanews.co.id, yang hadir dilokasi sejak Jum’at (22/6/2018) hingga Minggu (24/6/2018) mencatat kerugian materi Di Desa Alas Malang meliputi 4 dusun dengan jumlah total 56 Rumah rusak sangat parah dan 109 rumah rusak parah serta 308 rumah rusak sedang.

Ini belum terhitung kerugian akibat sejumlah kendaraan bermotor yang belum sempat terhindarkan dari terjangan air dan lumpur.(ju/kin).

Komentar

comments

Tagged with