Sidang Kedua Budi Pego: Soal Palu Arit Jaksa dan Kuasa Hukum Beda Sudut Pandang

Sidang Kedua Budi Pego: Soal Palu Arit Jaksa dan Kuasa Hukum Beda Sudut Pandang

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Meski di luar Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, terdapat Massa Pro Kontra, sidang kedua kasus logo Palu Arit dengan terdakwa Hari Budiawan alias Budi Pego Rabu (20/9) berjalan lancar.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Cahyono SH MH, menegaskan bahwa dakwaan yang diberikan pada Budi Pego (41) telah sesuai prosedur dan tidak ada kaitannya dengan aktivitas tolak tambang.

Demo didalamnya terdapat Logo Palu Arit sebagai lambang Partai Terlarang di Indonesia (PKI) murni pada 4 April 2017 merupakan tindak kejahatan yang dapat mengancam dan mengganggu Keamanan Negara.

“Membuat spanduk, memasang dan mengibarkan sekira pukul 13.30 WIB, pada 4 April 2017 di Kecamatan Pesanggaran. ‘Ayo gambar palu arit ae’ (jaksa menirukan ajakan), sebelum (Budi Pego) melakukan pawai bergambar sama dengan logo PKI,” jelasnya.

Disisi lain dalam sidang, Kuasa Hukum terdakwa, Abdul Wahid Habibullah, membantah dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Menurutnya, Budi Pego belum bisa disebut menyebarkan ajaran Komunisme, Marxisme atau Leninisme, seperti yang tertera dalam pasal 107 huruf a UU Nomor 27 Tahun 1999 tentang Perubahan KUHP yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara, karena hanya dilakukan secara pasif, tanpa adanya ajakan.

“Kami keberatan terhadap dakwaan dari JPU, sehingga apabila dakwaan tersebut tidak disampaikan secara jelas, cermat dan lengkap maka sesuai dengan ketentuan hukum, dakwaan tersebut batal demi hukum,” katanya.

Tim konsorsium advokad Walhi, LBH Surabaya, Kontras dan For Banyuwangi ini, juga menyebut bahwa sesuai Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, Budi Pego memiliki hak imunitas, karena dia dinilai sebagai pelestari lingkungan yang sedang menolak keberadaan tambang.

Kuasa Hukum Budi Pego juga menyampaikan permohonan penangguhan penahanan, karena Budi Pego kooperatif dalam proses hukum, selain tidak menghilangkan barang bukti dan melarikan diri, Budi Pego juga tulang punggung keluarga.

Usai penyampaian eksepsi dan jawaban jaksa, Ketua Majelis Hakim Putu Endru Sonata, SH, menjadwalkan persidangan berikut 27 September 2017 mendatang. (nov/kin).

Komentar

comments

Tagged with