12,8 triliun Untuk Anak Miskin Sekolah Hingga SLTA

kipfaktanews.(Jakarta)- Kartu Indonesia Pintar (KIP) mendorong masyarakat melanjutkan sekolah hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat, pemerintah memberikan bantuan tunai bagi masyarakat kurang mampu.

Pembagian Kartu Indonesia Pintar akan dilakukan secara bertahap setelah proses pemutakhiran validasi data selesai. Untuk data yang sudah siap akan bisa dibagikan kepada sekitar 6,2 juta siswa pada Mei 2015. Sedangkan untuk pembagiannya dilakukan lewat Kemendikbud serta Kemenag.

Deputi Bidang Pendidikan dan Agama, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof Dr Agus Sartono, mengatakan program Indonesia Pintar ini akan menjangkau 20,3 juta anak usia sekolah mulai usia 6-21 tahun dari keluarga penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

“Total dana yang kami sediakan sebesar Rp 12,8 triliun. Ini sebagai satu jaminan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu secara ekonomi untuk bisa melanjutkan sekolah hingga jenjang pendidikan SMA,” bebernya di Surabaya, Kamis (30/4/2015).

Program Indonesia Pintar ini sejalan dengan program wajib belajar 12 tahun sekaligus bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sebab struktur angkatan kerja di Indonesia berdasarkan data sensus tahun 2013 sebanyak 65 persen angkatan kerja berpendidikan maksimum sekolah menengah pertama.

“Untuk anak yang putus sekolah juga bisa mendapat bantuan ini dengan syarat sudah terdaftar di lembaga pendidikan formal maupun non formal. Setelah itu mereka akan didaftarkan sebagai penerima bantuan Program Indonesia Pintar untuk disahkan pemerintah dan kemudian disalurkan bantuannya,” imbuh Direktur Pembinaan SD Kemendikbud, Prof Dr Ibrahim Bafadal.

Jumlah bantuan tunai yang diterima oleh masing-masing jenjang adalah Rp 450.000 untuk SD/sederajat per siswa per tahun, Rp 750.000 untuk SMP/sederajat per siswa per tahun dan Rp 1.000.000 untuk SMA/sederajat per siswa per tahun. pembayaran dilakukan tiap semester. (lic/fn)

Komentar

comments