Razia Tambang Pasir, 11 Truck Dilepas, Bego Di Sita

Alat Berat Bego Disita Di Mapolsek Giri

Alat Berat Bego Disita Di Mapolsek Giri (30/1)


Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- Polres Banyuwangi saat ini masih melakukan tindakan kepada penambangan pasir dan batu liar, serta yang melanggar aturan.

Setiap Polsek di bagi dalam beberapa rayon di beri kewenangan untuk melakukan tindakan-tindakan terhadap pelanggaran  ijin penambangan pasir atau batu yang selama ini menjadi momok rusaknya lingkungan di Banyuwangi.

Pengamatan faktanews.co.id. Sabtu (30/1) juga melihat beberapa alat berat penambangan sejenis bego di jadikan barang bukti sitaan.

Halaman Mapolsek Giri menjadi tempat penyimpanan bego tersebut.

Sebelumnya ditempat sama 11 Dump truck yang awalnya terindikasi dalam kelancaran kegiatan pengiriman penambangan disita sebagai barang bukti dalam operasi yang dilakukan langsung dari Polres Banyuwangi.

Namun 11 Dump truck yang masih menyisakan bekas pasir-pasir hasil tambang ilegal di Banyuwangi itu, tahu – tahu di buka plat no polisinya lalu Dump truck tersebut dilepas kembali.

Dilepasnya 11 Dump truck tersebut sebelumnya dikaitkan dengan pertemuan Kasatreskrim Banyuwangi, AKP Stevy Arnold yang  bertemu dengan  bos penambang pasir besar yang juga ketua partai demokrat Michael Edy Haryanto di salah satu warung di Giri.

Menurut Kasatreskrim truck yang dilepas karena tidak memenuhi pasal 480 Kuhp tentang penadahan hasil kejahatan.

“truck itu saat ditangkap dijadikan barang bukti, tapi saat itu tidak sedang mengangkut pasir,” jelasnya

Menurut Steven, terlepas apa yang di bicarakn pada saat bertemu dengan Michael, pihaknya merasa tak ada yang perlu dipersoalkan.

“masak sih ada pasal percobaaan penadah,” dalil Kasatreskrim Banyuwangi, Akp. Steven Arnold kepada sejumlah wartawan yang hadir dalam suatu acara di pondok wina (28/9) malam.

Seperti diketahui,  sehubungan sudah deadline yang diberikan kepada penambangan sudah habis waktunya, Polres Banyuwangi memberikan waktu untuk melakukan pertimbangan surat ijin hingga IUP.

Belum ada konfirmasi resmi, apakah bego tersebut, berasal penambangan yang terletak dimana dan siapa pemilik bego tersebut.

“lahan kami kan kosong, makanya kami dititipi bego untuk alat bukti (BB). silahkan tanya di kasatreskrim langsung,” jelas salah satu anggota Polsek Giri. (van/makin)

Komentar

comments

Tagged with