10 Kasek di Periksa. Di 4 kali Pertemuan Fei 15 % Turun Menjadi 9-10 %.

Salah Satu Kasek Keluar dari Ruang Penyidik Kejari Banyuwangi

Salah Satu Kasek Keluar dari Ruang Penyidik Kejari Banyuwangi

Faktanews.co.id. (Banyuwangi) 10 kepala sekolah SDN mendapat dana APBN-P alokasi rehabilitasi sekolah dimitai keterangan oleh tim anti korupsi kejaksaan negeri Banyuwangi (Kejari Banyuwangi sejak  pukul 09.00. dan baru keluar dari ruang penyidikan pukul 17.25. (16/9).

Mereka di periksa di ruang Pidsus Kejari sebagai tindak lanjut pengembangan kasus tangkap tangan pengumpulan (9/9) dan fei dengan tiga orang tersangka yang langsung dimasukkan tahanan kepala sekolah SDN 9 Kalibaru Wetan Ririn Puji Lestari.Spd.Mpd, Kepala UPTD Kalibaru Ahmad Munir dan Ahmad Farid yang akrab di panggil Mamak yang mengaku bagian keamanan.

Fei tersebut merupakan konpensasi bantuan dana rehabilitas sekolah penerima dana swakelola yang bersumber dari APBN-P 2014.

10 kepala sekolah (kasek) harus memberi keterangan di depan penyidik Kejari Banyuwangi Masing-masing Kasek SDN 4 kalibaru wetan H Sumartin, Kasek SDN 3 Kalibaru manis Suryani, Kasek SDN 7 Kalibaru manis, Mariyono, kepala SDI AL Umroh Wongsorejo Nasrudin, Kepala SDN 1 Banjar Suhartoyo, Kasek SDN 4 Gombengsari Sukir, Kasek SDN 8  Pesanggaran Adi Siswoyo, Kasek SDN 2 Sidowangi Hasanudin, Kasek SDN 8 Tegalharjo Sulistiyono dan Kasek SDN 5 Kandangan Gunawan.

Kasi.Pidsus Kejari Banyuwangi Paulus Agung Widaryanto.SH mengatakan, pemeriksa kasek – kasek fokus mendalami tentang fei proyek. Didapat keterangan bahwa berkaitan pembayaran jumlah dan waktu pembayaran fei sudah di bicarakan sejak pengajuan  proposal. “banyak yang menolak tetapi di intimidasi oleh oknum dispendik. semua pengajuan disetujui dan kepala sekolah di suruh buat rekening, karena dananya masuk melalui rekening masing-masing kepala sekolah tanggal 3 september 2014,” katanya.

Menurut Agung didapat keterangan dalam penyidikan, pembahasan fei di Sosialisasi hinggga 4 kali pertemuan, awalnya di mintai fei 15%, proyek tetapi mereka tidak mau, kasek SDN 9 kalIbaru wetan, ririn (kini sebagai tersangka) di tunjuk selaku kordinator melakukan negoisasi hingga turun menjadi 9%-10%. (yayak/makin)

Komentar

comments

Tagged with